Kondisi geografi

Orponox and ameratshu

Pages

Rabu, 21 April 2010 di 15.18 Diposting oleh Wahyudi Orponox 0 Comments

Secara Georafis, Indonesia terletak diantara 2 benua dan 2 samudra sehingga menjadikan Indonesia memiliki 2 musim yang senantiasa beganti setiap 6 bulan sekali. Musim penghujan tenjadi antara bulan November sampai dengan april dan musim kemarau terjadi pada bulan mei sampai dengan oktober. Pada bulan november sampai dengan april, benua Australia mengalami musim panas. Karena panas udaranya mengembang keatas, tekanan udara menjadi rendah(minimum).
Selanjutnya, apabila diatas samudra pasifik utara musim dingin, tekanan udara tinggi(maksimum). Tentu saja massa udara diatar pasifik utara yang kaya uap air itu tersedot oleh tekanan minimum Australia. Ketika melintasi Indonesia, sebagian uap air jatuh hujan dan terjadi musim penghujan di Indonesia. Sebaliknya, pada mei sampai oktober, Asia mengalami musim panas sehingga tekanan tekanan udara minimum, sedankan Australia mengalami musim dingin dan tekanan udara maksimum. Udara kering dari atas benua Australia tersedot ke Asia, ketika melintasi Indonesia, tidak menjatuhkan hujan sehingga terjadi musim kemarau di Indonesia.

di 14.57 Diposting oleh Wahyudi Orponox 0 Comments

Letak Astronomis adalah letak suatu negara berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal pada permukaan bumi yang menembus kedalam bumi dan menghubungkan kutub utara dan kutub selatan. Jika garis lintang diteruskan kebarat atau ketimur akan bertemu sebagai lingkaran.
Letak astronomis negara Indonesia adalah 6'LU-11'LS dan 95'BT-141BT

Letak Geografis suatu negara adalah letak suatu negara terhadap benua-benua dan samudra-samudra di sekitarnya berdasarkan letak geografisnya Indonesia. Indonesia terletak diantara benua Asia dan benua Australia, serta diantara samudra Pasifik dan samudra Hindia. Letak geografis indonesia yang demikian itu sangat menguntungkan karena Indonesia berada pada persilangan jalur lalu lintar dunia.

Sabtu, 17 April 2010 di 18.10 Diposting oleh Wahyudi Orponox 0 Comments

Adaptasi manusia terhadap kondisi geografi terbagi 5, yaitu:
1. Adaptasi fisiologis.
Adaptasi ini adalah penyesuaian sifat fisik manusia dengan keadaan alam sekitarnya. Misalnya, paru-paru penduduk pegunungan lebih besar dari pada penduduk pantai, hal tersebut dikarenakan kadar oksigen di pegunungan rendah.
2. Adaptasi morfologis.
Adaptasi ini merupakan adaptasi atau penyesuaian bentuk tubuh terhadap kondisi geografis di daerahnya. Misalnya, orang Eskimo yang berada di sekitar kutub utara memiliki bentuk tubuh kekar dan juga pendek. Dengan bentuk tubuh seperti itu, pelepasan panas badan lebih kecil. Beda lagi dengan orang Masai di afrika, bentuk tubuh mereka tinggi dan langsing. Dengan bentuk seperti itu pelepasan panas badan lebih banyak sehingga walaupun cuaca panas, mereka tak akan kepanasan.
3. Adaptasi budaya.
Adaptasi ini adalah kebiasaan-kebiasaan penduduk untuk menyikapa keadaan alamnya sehinga terbentuk lah kebudayaan-kebudayaan.
4. Adaptasi bahan makanan.
Adaptasi ini merupakan penyesuaian makanan yang tersedia di alam sekitarnya.
5. Adaptasi psikologis.
Adaptasi ini adalah penyesuaian kejiwaan seseorang terhadap kondisi geografis tempat dia hidup.

    Followers